LAKERS juara NBA 2010

Minggu, 12 Desember 2010

TEMPO InteraktifLos Angeles - Los Angeles Lakers menjuarai Liga Basket Amerika (NBA) 2010 setelah membungkam Boston Celtics 83-79 pada game terakhir yang berlangsung di markasnya sendiri, Staples Center, Los Angeles, Kamis (17/6) waktu setempat atau Jumat (18/6) waktu Indonesia. Kedudukan akhir, juara bertahan NBA unggul 4-3.

Pada awal pertandingan, kubu Celtics memperketat pertahanan. Bintang Lakers, Kobe Bryant dijaga ketat oleh Paul Pierce, Kevin Garnett, dan Ray Allen, sehingga tidak bisa bergerak dengan leluasa mencetak poin. Sebaliknya, tim asuhan Doc Rivers terus mengumpulkan pundi-pundi poin.

Paul Pierce mengemas 11 poin di babak pertama, membuat Celtics unggul 40-34 sampai akhir babak kedua. Di kuarter tiga, Lakers berhasil memperkecil jarak menjadi 57-53. Dan pada pertengahan kuarter keempat, Lakers berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya unggul hingga pertandingan berakhir dengan 83-79.

Tembakan tiga angka yang dicetak Derek Fisher menjadi momentum penting dimana Lakers akhirnya menyamakan poin menjadi 64-64. Sejak itu, keadaan berbalik dan Lakers terus memimpin.

Bryant memimpin timnya dengan 23 poin, 15 rebound dan 2 asist. Ron Artest menjadi penyumbang terbanyak kedua, 20 poin, 5 rebound, 1 asist. Paul Gasol mengemas 19 poin, 18 rebound, dan 4 asist.

“Pertandingan ini yang paling sulit, aku begitu menginginkan kemenangan di sini, dan sempat gagal. Tapi rekan-rekan setim mendukungku,” kata Bryant.

Sebelumnya, Lakers sempat tertinggal 3-2 dari rivalnya, Celtics. Namun, di game keenam lakers bermain ngotot dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sekaligus memaksa game ketujuh. Pada game terakhir ini, tim asuhan Pill Jackson keluar sebagai pemenang NBA keenam belas kali mendekati rekor Celtics yang mengemas tujuh belas kali juara NBA.

kemenangan timnas indonesia

Indonesia memberikan hadiah kemenangan spesial pada pertandingan terkahir penyisihan grup A dengan mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. Kemenangan ini sangat prestise di mata rakyat Indonesia karena selama 12 tahun timnas Indonesia tidak pernah menang lawan Thailand selain karena Thailand adalah raja sepakbola Asia Tenggara yang selalu menjadi momok bagi timnas Indonesia.
Pertandingan yang digelar selasa 7/12/2010 didominasi oleh Thailand. Indonesia tidak bisa menampilkan permainannya seperti saat melawan Malaysia dan Laos. Lini tengah timnas yang dikomandoni oleh Eka Ramdani tidak mampu menyaingi lini tengah Thailand. Akibat sepanjang babak pertama Indonesia menampilkan permainan bertahan. Memasuki babak kedua, Thailand terus menekan pertahanan Indonesia. Gol yang ditunggu Thailand akhirnya tercipta melalui Suree Sukha. Gol ini sebenarnya sudah cukup mengantarkan Thailand ke babak semifinal mendampingi Indonesia. Namun timnas Indonesia tidak mau menyerah begitu juga. Kunci kemenangan Indonesia atas Thailand kemarin adalah pilihan jitu yang diambil oleh pelatih Alfried Riedl dengan mengganti Okto kemudian memasukkan Arif Suyono, serta Irfan Bachdim digantikan oleh Bambang “Bepe” Pamungkas. Sektor sayap kiri Indonesia yang sempat lumpuh, kembali hidup dengan kemampuan penetrasi yang dilakukan oleh Arif Suyono. Kedua Gol yang dicetak Bambang Pamungkas melalui titik penalti, berawal dari tusukan-tusukan yang dilakukan oleh Arif Suyono di sisi kiri sayap Indonesia.
Dengan kemenangan ini, Indonesia mengemas nilai sempurna dari tiga kali bertanding. Malaysia menjadi pendamping Indonesia ke babak semifinal setelah mengalahkan Laos dengan skor meyakinkan 4-1. Di Semifinal Indonesia sudah ditunggu Filipina yang menjadi runner-up grup B. sedangkan Malaysia akan menantang ketangguhan Vietnam yang keluar sebagai juara grup B setelah berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 1-0. Sedangkan bagi Thailand untuk kedua kalinya sejak tahun 2004, mereka tersingkir di babak penyisihan  grup piala AFF. Tersingkirnya Thailand dari penyisihan grup piala AFF membuat pelatih mereka Bryan Robson terancam dipecat oleh Federasi Sepakbola Thailand. Nasib sama juga dialami oleh Singapura yang tersingkir dari babak penyisihan grup B piala AFF. Juara tiga kali piala AFF ini tidak mampu bersaing dengan Filipina dan Vietnam.
Keberhasilan lolosnya Timnas Indonesia ke semifinal semakin memunculkan harapan di benak rakyat Indonesia akan peluang timnas Indonesia untuk menjuarai ajang ini. Rekor Impresif selama babak penyisihan grup A diharapkan membuat pemain tidak terlena dan tetap fokus untuk meraih gelar juara yang pertama. Lanjutkan kemenanganmu, Garuda!